Secara tidak sengaja saya memperoleh info tentang BLW saat membaca time line di salah satu jejaring sosial milik teman saya yang sama-sama memiliki bayi. Karena penasaran dan bertanya sana sini akhirnya saya mulai mencari dan mengumpulkan info tentang BLW.
Sejauh pemahaman saya BLW merupakan metode pemberian MPASI yang membiarkan bayi makan sendiri tanpa disuapin (spoon feeding) dan meng-skip pure dan bubur-buburan. Bayi dibiarkan menentukan apa yang ingin dia makan, kapan harus berhenti makan, dan mengeksplor tektur serta rasa dari makanan tersebut.
Keunggulan dari metode ini dibanding metode konvensional adalah: dapat melatih koordinasi mata dan tangan bayi, bayi lebih pintar dengan diberi kebebasan dalam mengekplor makanannya, bayi merasa tidak dipaksa untuk makan, makan menjadi lebih fun, melatih kemampuan motorik bayi dan kemandirian bayi, serta melatih bayi agar tidak picky eater (pilih-pilih makanan).
Kekurangannya adalah: makan menjadi super duper berantakan, waktu makan menjadi lebih lama karena bayi banyak mengekplor makanannya dan tergantung mood bayi. Tetapi kekurangan ini saya rasa tidak masalah asal kita punya stok sabar yang banyak demi bayi kita.
Setelah cukup mengerti dan cukup info, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan metode ini untuk MAPSI alfi. Pertama-tama saya meyakinkan suami bahwa metode ini save dan sangat baik hasilnya, awalnya dia sempat ragu, tetapi setelah dijelaskan akhirnya dia setuju juga. Selanjutnya tinggal meyakinkan orang tua saya yang tak lain adalah mbahnya alfi dan mereka pun setuju.
Akhirnya petualangan BLW dimulai….
H-2 menjelang MPASI.
Saya mulai melatih alfi untuk tertarik dengan makanan dihadapannya. Awalnya saya mendudukkan dia di bangku kecil (entah apa namanya) yang bukan high chair (berhubung belum punya) dan meletakkan beberapa buah duku yang tidak dikupas di hadapannya. Dia hanya senyam senyum saja, dan si buah duku malah dibuang-buang.
H-1 menjelang MPASI
Pukul 07.00 WIB Saya mendudukkan alfi di atas kasur dan meletakkan beberapa potong buah pepaya di hadapannya. Kali ini dia hanya meremas-remas dan menginjak pepaya tersebut dengan kakinya.
Pukul 10.00 WIB setelah alfi lebih segar karena habis bangun tidur, saya kembali mendudukkan dia di bangku kecilnya, kali ini dengan perlahan walaupun sangat lama akhirnya dia mulai mengambil potongan pepaya tersebut, awalnya hanya diangkat-angkat saja, perlahan dia masukkan ke dalam mulutnya. Untuk kali ini alfi sudah berhasil, walaupun pepayanya hanya di hisap-hisap saja.
Pukul 13.00 WIB, kembali saya memberikan potongan pepaya lagi, kali ini dia mulai mengigit-gigit, karena gigitannya terlalu besar untuknya akhirnya alfi mengalami gagging. Gagging adalah refleks melepeh yang dilakukan bayi untuk mengeluarkan makanan yang terlalu besar untuk mulutnya. Awalnya saya sangat khawatir karena terdengar suara oekkkk yang cukup besar, saya kira dia tersedak, akhirnya beberapa potongan pepaya dan sedikit asinya ikut keluar. Setelah dai gagging alfi pun baik-baik saja seperti semula. Alhamdulillah.
Dan hari ini alfi resmi untuk ber-MPASI ria, semoga kali ini petualangan BLWnya makin baik dan gaggingnya semakin berkurang. Amin. Semangattttt…..!!!!












