Minggu-minggu ini saya mulai mengamati frekuensi BAB alfi karena terjadi perubahan frekuensinya. Pada awalnya frekuensi BAB alfi lancar dengan selang waktu yang sama, namun memasuki usia empat bulan frekuensinya mulai berubah yang pada awalnya rutin tiga hari sekali kemudian berubah menjadi empat hari sekali dan sekarang menjadi seminggu sekali.
Saya sempat khawatir karena alfi belum juga BAB padahal sudah waktunya, yang ada dipikiran saya adalah apakah bayi saya mengalami sembelit? Setelah googling pikiran saya agak tenang karena bayi ASIX jarang yang mengalami gangguan sembelit karena ASI mudah dicerna oleh dinding-dinding usus. Tetapi kekhawatiran saya tidak hilang begitu saja karena menurut bidan langganan saya kalau bayi belum juga BAB setelah lima hari maka perlu diwaspadai walaupun bayi ASI. Namun pernyataan tersebut dibantah oleh rekan saya icha yang seorang bidan pendidik, dia mengatakan bahwa toleransi bayi ASI belum BAB adalah maksimal 14 hari.
Selain itu perlu juga diperhatikan bahwa yang perlu dicermati adalah bukan frekuensinya, akan tetapi adalah bentuk dan keras atau tidaknya feces bayi. Alhamdulillah setelah ditunggu ternyata alfi babnya berubah menjadi seminggu sekali, kadang saya melihat bahwa dia terlalu mengejan saat mengeluarkan feces. Bisa jadi hal tersebut karena dia kekurangan cairan. Memang minggu sebelumnya alfi sempat sakit yang menyebabkan dia malas untuk minum ASI karena badannya yang dirasa tidak enak.
Gambar di atas adalah ekspresi alfi keteika mengejan saat BAB, saat itu fecesnya aga padat sehingga membutuhkan tenaga untuk mengeluarkannya. Mudah-mudahan untuk selanjutnya BAB alfi bisa lebih lancar lagi.